| |
Humor
Dokter
Berikut koleksi humor humor lucu seputar dunia dokter
dan kesehatan yang menyegarkan:
Bang Napi
Alkisah suatu hari Bang Napi si pengisi acara Sergap,yang terkenal dengan sebutan
waspadalah...waspadalah. Tiba-tiba sakit panas dengan di sertai demam yang cukup
tinggi,dan diapun di bawa kedokter dirumah sakit Polri Kramat Jati. Dan oleh dokternya
setelah diperiksa dia suruh minum obat, tapi dia paling takut kalau suruh minum
obat.Akhirnya si dokter ambil inisiatif dengan memberi johnny walker untuk diminum
sebelum minum obatnya.Dan begini akhirnya cerita dia:
Dokter: "ini minum biar hilang rasa takutnya."
Bang Napi: "terima kasih Dok."
Dan minuman itu dihabiskan dalam sekejap,maklum pentolan preman. Setelah minum
dia kembali ke dokter.
Dokter: "bagaimana rasanya sekarang,sudah berani...?"
Bang Napi: "iya,sekarang saya sudah berani,siapa yang suruh saya minum
obat, tahu rasa dia akan saya beri bogem mentah."
dokter: ...........???????????????..........
|
Dokter Sarap
Dua orang dokter bedah meninggalkan ruang operasi setelah pasiennya dinyatakan
meninggal.
Dokter I: "Maaf, kami sudah berusaha semampunya."
Dokter II: "Tidak, Aku yang berusaha. Kamu mengacau. Aku dari tadi kan
sudah bilang kalau jalan masuk ke jantungnya itu bukan melalui pembedahan di
perut!"
|
Penyakit Menyenangkan
Seorang pria tua mengunjungi dokternya dan setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh,
sang dokter berkata, "Aku punya berita baik dan buruk untukmu, yang mana
yang ingin kamu dengar dulu?"
Pasien: "Hmmm ..., berita buruk saja dulu."
Dokter: "Kamu mengidap kanker, dan waktumu kira-kira hanya dua tahun."
Pasien: "Oh, tidak! Dalam dua tahun aku akan mati! Berita baik apa yang
dapat kamu sampaikan jika sudah begini?"
Dokter: "Kamu juga mengidap Alzheimer (penyakit lupa akut). Dalam tiga
bulan ke depan, kamu akan lupa dengan apa yang pernah kukatakan."
|
Kulit Kuning
Selesai melakukan pemeriksaan, berkatalah seorang dokter kepada pasiennya yang
berkulit hitam.
Dokter: "Saudara menderita penyakit kuning!"
Mendengar keterangan dokter ini, si pasien bukannya terkejut atau khawatir
tetapi dia malah sebaliknya dan senyum-senyum kegirangan. Tentu saja hal ini
membuat dokter menjadi heran.
Dokter: "Kenapa Anda malah senang?"
Pasien: "Tentu saja, Dok! Lama sudah saya mendambakan kulit saya ini berubah
warna menjadi kuning, rupanya sekaranglah saatnya baru tiba!"
|
Cegukan
Seorang laki-laki masuk ke sebuah apotek dan bertanya kepada si apoteker.
Pasien: "Apakah ada obat yang dapat menghilangkan cegukan?"
Tiba-tiba si apoteker langsung menampar pipi pria tersebut.
Pasien: "Kenapa Anda melakukan hal itu pada saya?"
Apoteker: "Ohh ... itu adalah obat untuk mengatasi cegukan ... lihat Anda
sudah tidak cegukan lagi!" kata si apoteker dengan bangganya.
Pasien: "Memang saya tidak cegukan! Istrikulah yang sedang cegukan sekarang
ini!"
|
Dokter Konyol
Seorang pasien sedang mengunjungi seorang dokter untuk yang pertama kalinya.
Dokter: "Sebelum Anda berobat kemari, biasanya Anda berobat kemana?"
Pasien: "Biasanya saya berobat ke penjual obat yang ada di pojokan itu."
Dokter itu tak bisa menyembunyikan kemarahannya, karena dia tak suka dengan
nasehat dan pengobatan yang diberikan oleh orang yang bukan dokter.
Dokter: "Nasehat bodoh apa yang diberikan orang itu padamu?"
Pasien: (dengan lugu si pasien menjawab) "Katanya sih saya harus berobat
pada Anda."
|
Tarik Toge Sampai Keluar
Percakapan dokter THT & pasien.
Pasien : “Telingaku kemasukan kacang hijau.”
Dokter : “Mari periksa!”
Diperiksa telinganya & kacang tsb susah diambil, mungkin dioperasi.
Dokter : “Ada 2 cara mengeluarkan biji tsb! Biaya operasinya 2 juta &
ada yg gratis.”
Pasien : “Mahal amat! Kalo gratis?”
Dokter : “Cuma bersabar!”
Pasien : “Baiklah! Caranya?”
Dokter : “Sirami telinga anda 2Xsehari & jika jadi TOGE tarik keluar…….:D
=))
|
Ga Ngompol Lagi
Kejadian ini dialami salah seorang kawan saya yang anaknya -- sebut saja Upik
-- dirawat di rumah sakit tempat saya bekerja. Setelah beberapa minggu dirawat,
anak itu sembuh dan dapat pulang. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, orangtuanya
berkunjung ke rumah saya. Dengan penuh semangat ia menceritakan bahwa kesembuhan
anaknya itu berkat bantuan Samiatun.
Samiatun? Saya masih kurang paham dengan apa yang dibicarakan kedua orangtua
Upik ini. Saya sampai memeras otak untuk mengingat-ingat karyawan atau petugas
paramedis yang bernama Samiatun, tapi tak juga ketemu.
Saya: "Apa yang dilakukan Samiatun, Bu?"
Ibu: "Samiatun itu sangat membantu Upik kalau ia kesulitan ke belakang.
Kalau tidak ada dia, mungkin anak saya sudah pipis di tempat tidur."
Saya: "Kalau anak saya pipis, Samiatun diletakkan di bawahnya."
Ibu: "Ha ...?"
Saya: "Apa yang telah dilakukan pada anak itu oleh Samiatun? Hmm ... ciri-ciri
Samiatun itu bagaimana?"
Ibu: "Itu lo Mas, yang warnanya putih, dari plastik. Tempat untuk pipis.
Namanya ´kan Samiatun, wong di situ jelas tertulis dengan huruf
besar- besar: SAMIATUN. Begitu lo."
Saya: "Ooo ... itu namanya pispot, Bu. Bukan Samiatun. Ditulis begitu karena
itu tinggalan pasien lama yang bernama Samiatun."
|
Ngiler
Andi: “Aku kesal pada penyakitku.”
Dino: “Lho, memang kau kena penyakit apa, Di?”
Andi: “Itu, kalau tidur aku suka ngiler.”
Dino: “Oh, itu sih biasa, Di.”
Andi: “Biasa bagaimana?”
Dino: “Namanya orang tidur, kan tidak bisa meludah.” |
Handphone Ketinggalan
Daniel baru saja siuman setelah menjalani operasi, dan ia melihat ada dua orang
pasien lain yang berada di dekat tempat tidurnya, dengan rasa lega ia berkata,
"Syukurlah, semuanya sudah berlalu ...."
David: "Jangan terlalu yakin. Kemarin mereka meninggalkan karet busa di
dalam perutku, dan aku harus menjalani operasi sekali lagi!"
Kalpin: (menyela) "Kemarin dulu, aku juga mengalami pembedahan ulang, karena
mereka meninggalkan sebuah perkakasnya di dalam perutku."
Dokter: (Tepat pada saat itu, Dokter muncul di depan pintu dan berseru) "Apakah
ada yang melihat handphone saya ...???"
|
|
|
|
|