| |
Humor
Dokter
Berikut koleksi humor humor lucu seputar dunia dokter
dan kesehatan yang menyegarkan:
Kotoran Mata
Seorang pasien berkata kepada dokternya.
Pasien: "Aku melihat ada kotoran di mataku."
Dokter: "Jangan khawatir." (lalu meneteskan obat tetes mata ke mata
pasiennya) "Sekarang bagaimana penglihatanmu?"
Pasien: "Ah, betul, Dok, sekarang kotoran itu terlihat lebih jelas lagi,"
kata pasien itu.
|
Koma Tapi Masih Sadar
Setelah menjalani operasi yang serius dan lama, Lena mengalami keadaan koma. Dengan
berbagai cara, para dokter tidak dapat menyadarkan dia kembali. Ketika Ralph,
suaminya, datang ke ruang perawatan intensif untuk menjenguk Lena, istrinya, para
dokter memberitahukan berita buruk tersebut.
Dokter: "Kami tidak dapat menyadarkan dia. Tampaknya bukan berita yang
bagus untuk Anda." (suara lembut dan wajah muram).
Ralph: 9(emandangi Lena, dan dengan suara terisak, dia berkata) "Tapi,
Dok, dia masih sangat muda. Dia baru berumur 45 tahun."
Lena: "37," (terdengar jawaban yang lemah dari Lena.)
Dokter & Ralph: "xyz xyz xyz"
|
Nyari Peluru
Pasien: "Dokter, kenapa setiap hari Anda memeriksa lukaku? Apa Anda tidak
tahu betapa sakitnya lukaku ini?"
Dokter: ""Aku harus mencari peluru yang ada di lukamu ini."
Pasien: ""Apa?? Kenapa Anda tidak tanya dari dulu-dulu. Lha wong pelurunya
itu aku simpan terus di saku bajuku ini kok!"
|
Jari Tangan Patah
Siang-siang waktu istirahat, seorang dokter dikejutkan oleh seseorang yang menangis
tersedu-sedu sambil berkata.
Pasien: “Saya tidak mau mati, Dokter”.
Merasa kasihan dengan orang itu, sang dokter merelakan waktu istirahat siangnya.
Dokter: ” Ada apa? coba ceritakan masalahmu!”
Pasien: “Dokter, jika saya menyentuh bagian tubuh saya, yang mana saja,
saya merasa sakit. Lihat ini dokter!” (pasien itu menyentuh bagian dadanya
dengan tangannya, lalu berteriak kesakitan, menyentuh bagian kepalanya dengan
tangannya, kemudian ia berteriak kesakitan lagi, ia terus berteriak ketika ia
menyentuh bagian anggota tubuh yang lain dengan tangannya.) Pasien itu berkata
” Lihat kan Dokter saya sekarat ”
Dokter: ” jari tangan kamu patah”.
|
Tak Dapat Membuka Tas Medis
Seorang pria menemani istrinya yang memeriksakan diri ke dokter. Dokter itu menyuruh
si pria untuk tetap tinggal di ruang tunggu, dan dia akan dipanggil bila dokter
telah selesai memeriksa istrinya.
Beberapa saat kemudian, dokter itu keluar dan meminta seorang perawat untuk
mengambilkan obeng dan dokter itu segera kembali ke ruang periksa. Lalu, dokter
itu keluar lagi dan meminta untuk diambilkan tang.
Pria yang ada di ruang tunggu tadi mulai cemas. Khawatir memikirkan keadaan
istrinya di dalam ruangan dokter. Ketika dokter itu keluar lagi dan meminta
untuk diambilkan palu, pria itu sudah tidak tahan lagi dan bertanya.
Pria: "Dokter, ada apa sebenarnya dengan istri saya?"
Dokter: "Maaf Pak, saya juga belum tahu keadaan istri Anda ... bahkan sampai
saat ini saya masih belum bisa membuka tas peralatan medis saya."
Pria: "!!!!!!!!!!!"
|
Preman Cupu
Suatu malam ada seorang preman yang pergi ke dokter gigi untuk mencabut giginya
yang bolong. Meski berbadan gede tapi ternyata dia takut sama jarum suntik. Waktu
si dokter mau menyuntik, si preman berujar.
Preman: "Dok, tolong jangan disuntik. Saya takut, Dok!"
Dokter: (lalu menawarkan segelas bir untuk diminum si preman agar rasa takutnya
bisa berkurang.) "Bagaimana, Anda sudah lebih berani sekarang?"
Preman: "Benar, sekarang saya merasa lebih berani. Mulai sekarang siapa
pun yang berani menyentuh gigi saya, ... akan tau akibatnya!!!"
Dokter: "????@@@@@#####
|
3 Orang Gila
Ceritanya, ada 3 orang gila. Dokter Jhody sedang mengetes apakah mereka masih
gila atau sudah waras. Kemudian, disediakan kolam renang kosong untuk mereka.
Orang I: "Hiiaaaat!! Braak!!"
Dokter: "Wah, berarti masih gila orang ini."
Orang II: "Ciaat!! Braaak!!"
Dokter: "Wah, berarti orang ini juga masih gila."
Orang III: (hanya jongkok saja di pinggiran.)
Dokter: "Wah, berarti orang ini sudah waras. Kok, kamu tidak lompat?"
Orang III: "Ngga ahh, airnya dingin.....!!!"
|
Hampir Mau Mati
Seorang wanita menderita obesitas yang parah, sehingga si dokter menyuruh dia
untuk melakukan diet.
Dokter: "Makanlah secara teratur dengan porsi kecil selama 2 hari, tanpa
daging dan gorengan, lalu hentikanlah itu selama 1 hari. Kemudian makanlah lagi
secara teratur, dengan porsi kecil selama 2 hari, kemudian berhentilah lagi
selama 1 hari, begitu seterusnya. Ulangi terus prosedur ini selama 2 minggu.
Jika Anda datang lagi kemari, berat badan Anda harus sudah turun sebanyak 2
kg!"
Dua minggu kemudian si wanita tersebut datang kembali, dan dia membuat sang
dokter terkejut karena dia ternyata selama 2 minggu berat badannya turun sebanyak
10 kg.
Dokter: "Wow, sungguh luar biasa! Anda mengikuti instruksi saya bukan?"
Pasien: "Aku mau jujur, Dok! Selama aku menjalankan diet menurut cara Anda,
setiap hari ketiga aku pasti merasa akan mati karena tidak makan sama sekali!"
Dokter: "Apa?? Maksud Anda setiap hari ketiga Anda berhenti makan sama
sekali? Oh tidak! Maksud saya, setiap hari yang ketiga, Anda bebas makan apa
saja!"
|
Melotot
Pada suatu pagi seorang Ibu dan anaknya datang ke ruang praktek Dokter. Padahal
Dokter itu belum memulai prakteknya. Ibu itu kelihatan panik dan mengetuk pintu
Dokter itu dengan keras dan berulang-ulang; sambil membawa anaknya yang matanya
melotot hampir keluar. Dokter keluar dari ruangannya lalu sang Ibu langsung menyerbu
dengan suara yang panik
Ibu: “Dokter, Dokter, tolong anak saya. Dari pagi matanya melotot terus
seperti ini.”
Dokter: “Waduh saya belum praktek Bu. Ini masih terlalu pagi.”
Ibu: “Saya akan bayar berapa saja, pokoknya sembuhkan anak saya.”
Dokter itu tidak berdebat lagi dan langsung mengajak sang anak masuk. Tidak
sampai 5 menit Dokter itu keluar dengan si anak yang telah sehat dan tertawa
ceria. Ibu itu langsung heran, sambil memeluk anaknya.
Ibu: “Waduh Dokter di kasih obat apa nih, dan saya harus bayar berapa??”
Dokter: “Gratis Bu, tidak usah bayar, tapi saya ingatkan, Ibu kalau masang
bando jangan terlalu kencang…”
|
Gratis 15 Menit
Seorang pria pergi ke dokter gigi untuk mencabutkan giginya. Ketika ia membuka
mulutnya dan si dokter gigi memilih bur yang cocok, ia bertanya tentang berapa
lama proses pencabutan ini berlangsung.
Dokter: "Hanya lima menit! Tanpa anda sadari, anda akan segera keluar
dari ruangan ini dan tidak merasakan sakit sedikitpun".
Pasien: "Tapi, berapa biayanya, dok?."
Dokter: "50.000 rupiah!."
Pasien: "Ghrrrr! Ini adalah tindakan pemerasan terhadap pasien. Masa dia
bisa mendapat uang segitu banyak hanya hanya dalam waktu lima menit saja!!"
Dokter: "Jangan kuatir, pak! Supaya Anda tidak merasa dirugikan, saya akan
kasih pelayanan khusus untuk anda!
Kemudian wajah si pria itu berubah menjadi senyuman.
Dokter: "Saya akan mengebor gigi bapak dalam waktu 15 menit!"
Pasien: "????!!!!!...."
|
|
|
|
|